Selasa, 22 Mei 2012

CARA MENGHITUNG DENYUT NADI


BAB. I
PENDAHULUAN
( @irpansport91 )

A.    LATAR BELAKANG
Denyut nadi dan tekanan darah merupakan hal yang amat penting dalam bidang kesehatan pada umumnya dan khususnya di bidang Kedokteran, karena denyut nadi maupun tekanan darah merupakan faktor-faktor yang dapat dipakai sebagai indikator untuk menilai sistem kardiovaskuler seseorang.
Tekanan darah adalah gaya yang ditimbulkan oleh darah terhadap satuan luas dinding pembuluh darah (arteri). Tekanan ini harus adekuat, yaitu cukup tinggi untuk menghasilkan daya dorong terhadap darah dan tidak boleh terlalu tinggi yang dapat menimbulkan beban kerja tambahan bagi jantung. Tekanan sistol adalah tekanan puncak yang ditimbulkan di arteri sewaktu darah dipompa kedalam pembuluh tersebut selama kontraksi ventrikel. Sedangkan tekanan diastol adalah tekanan terendah yang terjadi di arteri sewaktu darah mengalir keluar pembuluh-pembuluh hilir tersebut sewaktu relaksasi ventrikel. Tekanan arteri ini akan berubah tergantung pada volume darah dalam pembuluh dan daya regang dinding pembuluh darah.
Pengukuran tekanan darah dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung dengan memasukkan kanula kedalam pembuluh darah arteri dan dimonitor dengan alat pendeteksi tekanan darahnya. Cara ini tidak lazim digunakan karena tidak mudah pelaksanaannya. Cara tidak langsung dengan menggunakan alat sphygmomanometer, yang lebih nyaman dan mudah dilakukan setiap saat.
Denyut nadi dan tekanan darah seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor di antaranya adalah perubahan posisi tubuh dan aktivitas fisik.
Dengan mengamati serta mempelajari hasil pengaruh perubahan posisi tubuh dan aktivitas fisik terhadap denyut nadi dan tekanan darah, kita akan memperoleh sebagian gambaran mengenai sistem kardiovaskuler seseorang.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Cara menghitung denyut nadi ?




BAB. II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN DENYUT NADI
Denyut merupakan pemeriksaan pada pembuluh nadi atau arteri. Ukuran kecepatannya diukur pada beberapa titik denyut misalnya denyut arteri radialis pada pergelangan tangan, arteri brachialis pada lengan atas, arteri karotis pada leher, arteri poplitea pada belakang lutut, arteri dorsalis pedis atau arteri tibialis posterior pada kaki. Pemeriksaan denyut dapat dilakukan dengan bantuan stetoskop.
Secara umum denyut nadi maksimum orang sehat saat berolah raga adalah 80% x (220-usia) untuk kebutuhan fitness.Lebih akurat, Sally Edward memberikan rumusan perhitungan denyut nadi maksimum 210-(0,5xumur)-(0,05xberat badan(dalam pound))+4 untuk pria, sedangkan untuk wanita adalah 210-(0,5xumur)-(0,05xberat badan(dalam pound)). Catatan: 1 kg = 2,2 pound.
Dalam olahraga, diberikan 3 (tiga) tingkatan kebutuhanYaitu :
·         Untuk sehat: 50-70% denyut nadi maksimum
·         Untuk kebugaran (fitness): 70-80% denyut nadi maksimum
·         Untuk atlit (performance): 80-100% denyut nadi maksimum.
Denyut jantung yang normal yakni 60-100 kali setiap menit, sedang denyut jantung lambat kurang dari 60 kali per menit dan yang cepat lebih dari 100 kali per menit.

Nadi adalah denyut nadi yang teraba pada dinding pembuluh darah arteri yang berdasarkan systol dan gystole dari jantung.
Jumlah denyut nadi yang normal berdasarkan usia seseorang adalah:
1.      Bayi baru lahir :140 kali per meni
2.      Umur di bawah umur 1 bulan : 110 kali per menit
3.      Umur 1 - 6 bulan :130 kali per menit
4.      Umur 6 - 12 bulan :115 kali per menit
5.      Umur 1 - 2 tahun :110 kali per menit
6.      Umur 2 - 6 tahun :105 kali per menit
7.      Umur 6 - 10 tahun : 95 kali per menit
8.      Umur 10 - 14 tahun : 85 kali per menit
9.      Umur 14 - 18 tahun : 82 kali per menit
1.  Umur di atas 18 tahun : 60 - 100 kali per menit
1.  Usia Lanjut : 60 -70 kali per menit

llmu Kedokteran olahraga FKUI-RSCM, mengetahui denyut nadi merupakan dasar untuk melakukan latihan fisik yang benar dan terukur. "Dari denyut nadi, dapat diketahui intensitas atau seberapa keras seseorang melakukan latihan. Atau seberapa keras jantungnya bekerja."secara umum, yang perlu Anda perhatikan dalam olahraga adalah frekuensi dan intensitas. Frekuensi adalah berapa kali seminggu seseorang melakukan olahraga. Sedangkan intensitas dilihat dari denyut nadi.

B.     DENYUT NADI DALAM OLAHRAGA
Pertama-tama yang perlu Anda ketahui adalah denyut nadi normal Anda. Hasilnya dapat diperoleh dengan menghitung denyut nadi saat bangun pagi, sebelum melakukan aktivitas apapun. Hasil ini juga sering disebut denyut nadi istirahat (resting heart rate). Agar diperoleh hasil yang akurat, Sebaiknya pengukuran dilakukan tiga hari berturut-turut. Kemudian, ambil rata-ratanya.
"Kalau denyutnya di atas 100, berarti ada sesuatu yang tidak beres. Mungkin Anda sedang demam, sakit tenggorokan, akan haid, atau ada masalah lain." Sebelum berolahraga, Anda Sebaiknya juga mengukur denyut nadi. Bila di atas 100, Sebaiknya Anda tidak berolahraga dulu. Kemudian, di tengah latihan inti, diukur lagi. Kalau melebihi zone latihan, Sebaiknya Anda mengurangi intensitas latihan. Misalnya, mengurangi kecepatan lari. "Sedangkan bila denyutnya di bawah zone latihan, berarti latihan yang Anda lakukan sia-sia. Anda cuma dapat capeknya." Namun, pengukuran saat latihan ini hanya dapat dilakukan pada olahraga.

C.     CARA MENGHITUNG DENYUT NADI
Pelaksanaan :
·         Tempel dan tekankan (Jangan terlalu keras) tiga jari (telunjuk, tengah, manis) salah satu tangan pada pergelangan tagan yang lain. Temukan denyut nadi anda. Setelah itu, barulah Anda mulai menghitung.
·         Hitunglah denyut nadi Selama 15 detik. Kemudian, hasilnya dikalikan 4.

Angka-angka :
·         Denyut nadi normal: 60 - 100/menit
·         Denyut nadi maksimal: Nadi Max = 80% x (220 – umur )
·         Zone latihan (training zone; yaitu tingkat intensitas dimana Anda bisa berolahraga): 70% - 85% dari denyut nadi maksimal
Cara menghitung denyut nadi seseorang adalah dengan cara letakkan jari pada pergelangan tangan (jangan menggunakan ibu jari), atau dapat juga meraba daerah leher disamping tenggorokan, atau dapat juga dengan secara langsung menempelkan telinga pada dada orang yang akan diperiksa untuk mendengar detak jantungnya.
Denyut nadi pada orang yang sedang berisitirahat adalah sekita 60 – 80 permenit untuk orang dewasa, 80 – 100 permenit untuk anak-anak, dan 100 – 140 permenit pada bayi. Namun denyut nadi bisa lebih cepat jika seseorang dalam keadaan ketakutan, habis berolah raga, atau sakit panas. Umumnya denyut nadi akan meningkat sekitar 20 kali permenit untuk setiap satu derajat celcius penderita sakit panas.
Sebagai catatan, denyut nadi yang terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan dapat berarti gangguan pada jantung Jika jumlah denyut nadi di bawah kondisi normal, maka disebut pradicardi. Jika jumlah denyut nadi di atas kondisi normal, maka disebut tachicardi.

D.    TUJUAN MENGETAHUI DENYUT NADI
Tujuan mengetahui jumlah denyut nadi seseorang adalah:
1.      Untuk mengetahui kerja jantung
2.      Untuk menentukan diagnosa
3.      Untuk segera mengetahui adanya kelainan-kelainan pada seseorang



BAB. III
KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN
Cara menghitung denyut nadi seseorang adalah dengan cara letakkan jari pada pergelangan tangan (jangan menggunakan ibu jari), atau dapat juga meraba daerah leher disamping tenggorokan, atau dapat juga dengan secara langsung menempelkan telinga pada dada orang yang akan diperiksa untuk mendengar detak jantungnya.
Denyut nadi normal: 60 - 100/menit, Denyut nadi maksimal: Nadi Max = 80% x (220 – umur ), Zone latihan (training zone; yaitu tingkat intensitas dimana Anda bisa berolahraga): 70% - 85% dari denyut nadi maksimal

SARAN
Sebelum melakukan aktifitas sebaiknya terlebih dahulu mengukur denyut jantung (Nadi) agar mengetahui kerja jantung, untuk menentukan diagnosa, untuk segera mengetahui adanya kelainan-kelainan pada seseorang.


DAFTAR PUSTAKA



Rabu, 09 Mei 2012

ANALISIS GERAK PADA CABANG OLAHRAGA SEPAKBOLA


ANALISIS  GERAK  PADA CABANG OLAHRAGA SEPAKBOLA
(@irpanSport91)


A.    Teknik Dasar
Teknik dasar dalam cabang olahraga sepakbola ada 3 yaitu:
1.      Menendang (passing dan shooting)
      Merupakan suatu usaha untuk memindahkan bola dari suatu tempat ketempat lain dengan menggunakan kaki atau bagian kaki. Menendang bola dapat dilakukan dalam keadaan bola diam, menggelinding maupun melayang di udara.
Tujuan menendang :
  •  Untuk memberikan bola kepada teman
  • Memasukan bola ke gawang lawan
  • Untuk menghidupkan bola kembali setelah terjadi suatu pelanggaran seperti tendangan bebas, tendangan penjuru, tendangan gawang dan sebagainya.
  • Untuk melakukan clearing untuk pembersihan dengan menyapu bola yang berbahaya didaerah sendiri atau usaha membendung serangan lawan pada daerah pertahanan sendiri.
2.      Menahan dan mengontrol bola (stopping)
      Merupakan usaha untuk menghentikan atau mengambil bola untuk selanjutnya dikuasai sepenuhnya. Dengan demikian bola akan dapat dimainkan selanjutnya baik dalam menyusun serangan begitu juga dalam membangun serangan balik. Jadi tindakan menahan bola merupakan pendahuluan dari mengontrol bola. Beberapa prinsip yang perlu diketahui dalam menahan bola :
  •  Bola harus didatangi atau harus memotong jalannya bola
  • Diambil dengan bagian tubuh yang dilemaskan
  • Menguasai situasi dimana lawan  berada
  • Setelah sentuhan pertama bola harus sudah dikuasai sepenuhnya.
3.      Menggiring bola (dribbeling)
      Merupakan teknik dalam usaha bola dari suatu daerah kedaerah lain pada saat permainan sedang berlangsung beberapa prinsip yang perlu dilakukan untuk dapat menggiring bola dengan baik antara lain :
  • Bola harus dikuasai sepenuhnya berarti tidak mungkin dirampas lawan
  • Dapat menggunakan seluruh bagian kaki sesuai dengan tujuan apa yang ingin di capai
  • Dapat mengawasi situasi permainan pada waktu menggiring bola.
Tujuan dari menggiring bola adalah :
  • Untuk memindahkan daerah permainan
  • Untuk melewati lawan
  • Memancing lawan untuk mendekati bola hingga daerah penyurangan terbuka.
  • Untuk memperlambat tempo permainan.
B.     Karakteristik Kondisi Fisik
Kondisi fisik yang dipakai dalam gerakan-gerakan olahraga sepakbola adalah:
a.       Endurance (daya tahan)
Endurance digunakan pada saat permainan sepakbola terutama pada saat melakukan gerakan-gerakan berlari, melompat dan menpassing, daya tahan dalam waktu yang sedang (median durasi endurance) daya tahan otot (maskula endurance)
b.      Kekuatan (Strength)
Kekuatan juga dibutukan untuk gerakan-gerakan berlari, melompat dan shooting dan penjagaan terhadap lawan . Kekuatan yang dipakai adalah kekuatan daya tahan (maskular endurance), daya (power)  dan kekuatan relative.
c.       Kecepatan (Speed)
biasanya dipakai untuk lari, dan kecepatan yang dipakai adalah kecepatan siklis.
d.      Koordinasi (coordination)
Biasanya digunakan untuk gerakan shooting, dan passing untuk menyempurnakan antara gerakan kaki dan tangan.
e.       Flexibility
Biasanya digunakan untuk gerakan yang gesit untuk menerobos pertahan lawan.
f.       Daya ledak (explosive  power)
Biasa digunakan pada gerakan menendang dan menahan bola.
C.    Sistem Energi Predominan
  1. ATP-PC
Reaksi ini melepaskan energi yang disimpan untuk melakukan kegiatan shooting dan dribble.
  1. ATP-Pedan LA
Reaksi ini bertujuan agar saat melakukan dribble tubuh tidak mudah lelah karena reaksi ini menyimpan CO2, H2O dan energi.
  1. LA-02
Dalam aktifitas lari , asam laktat yang terbentuk yang menyebabkan kram otot dan harus dibutuhkan oksigen agar asam laktat yang terbentuk secara berlahan dapat menghidari kram otot.
  1. Oksigen (O2)
Melalui respirasi O2 yang dihirup kedalam tubuh, maka diperoleh energi yang melimpah sehingga dalam saat bermain sepakbola, paru-paru tidak kekurangan oksigen.
D.    Otot yang Berperan
  1. Pengerak Utama
·         Musculus quadriceps femoris, biceps femoris dan musculus tibialis anterior, tibialis posterior
Dipakai dalam gerakan menendang.
·         Musculus bicep  femoris, dan musculus quadriceps femoris.
Dipakai pada gerakan menendang, lari dan bertahan.
·         Musculus bicep femoris.
Dipakai pada saat shooting, lari dan bertahan.
  1. Penggerak Antagonis
·         Musculus bicep  femoris, dan musculus quadriceps femoris.
Terjadi pemendekan otot pada muschulus bicep femoris dan pemanjangan otot pada musculus quadriceps femoris.  
  1. Pengerak Sinergis
Pada gerakan menendang, menahan dan menggiring yaitu:
·         Musculus gluteus maximus.
·         Musculus quadriceps femoris.
·         Musculus bicep  femoris, semitendinousu dan semimembranousus.
·         Musculus tibialis anterior dan tibialis posterior.
     4. Pegerak Stabilitas
·         Musculus tensor fascia latae.
·         Musculus gastrocnemius.
·         Musculus tibialis anterior dan tibialis posterior.
E.     Sendi dan Gerakan Sendi
Sendi yang berfungsi adalah sendi engsel yaitu pada lutut (articulation genu), (articulation coxae) pada pinggang, (articulation talocruralis) pada pergelangan kaki. Gerakan sendi yang digunakan pada saat melakukan menendang, menahan dan menggiring adalah flexi, exsenti, pronasi dan supinasi.
F.     Mekanika Gerakan
1. Kinematika
Dalam waktu 2x45 menit team harus memasukkan bola sebanyak-bayaknya kegawang lawan agar memperoleh skor yang tinggi dan menjadi pemenang dalam permainan.
2. Kinetika
·         Dibutuhkan postur tubuh yang tinggi.
·         Teknik individu harus bagus & adanya motivasi diri dan team untuk menang.
·         Kondisi fisik harus maksimal.
·         Koordinasi gerak harus sejalan.
·         Pertahanan terhadap seragan lawan harus kuat.
·         Inteligensi taktis dan semangat kerjasama harus besar.